Cara Penjadwalan di Crontab

April 19th, 2010 by ihsanbaihaqi

Contoh :

setiap hari sabtu pada jam 6 sore komputer shutdown (mati),

setelah itu setiap pergantian bulan pada tanggal 1 dengan otomatis akan mengkompres direktori /home menggunakan kompresi bz2 dan file hasil kompresannya di letakkan pada direktori /tmp dengan nama rekapbulanan.tar.bz2

serta Setiap tanggal 31 Desember setiap tahun akan otomatis melakukan backup direktori /data ke direktori /backup.

langkah - langkah penyelesaiannya hampir sama dengan cara pengaturan penjadwalan Komputer dalam Centos yang pernah saya hosting sebelumnya di blog ini.

menit            jam               tanggal            bulan                  hari                       Perintah

*                    *                        *                       *                          *                             ******


adalah sebagai beikut :

menit       jam     tanggal     bulan           hari

*               18            *               *             6    ———> /sbin/init 0

atau

0               18            *               *             6    ———> init 0

_________________________________________________________

0             0              1                 *             *   ———-> tar -cjf /tmp/bulan.tar.bz2 /home

_________________________________________________________

0              0            31                 12           *  ———–> cp -r /data /backup

YUM

Februari 8th, 2010 by ihsanbaihaqi

Mendengar kata YUM mungkin sedikit asing bagi pengguna Linux Debian Base, seperti ubuntu dan semua turunannya. YUM (Yellowdog Updater Modifier) adalah paket manajemen open source berbasis command line yang menghandle file-file RPM, biasanya secara default terinstall pada distro-distro redhat base, seperti CentOS, Fedora dan kawan-kawannya :D.

Penggunaan yum sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apt-get pada sistem debian base berikut contoh-contoh command dalam penggunaan yum.

Menginstall Paket

# yum install namapaket

misal kita ingin menginstall paket htppd jalankan perintah berikut

# yum install httpd

Mengupdate Paket

# yum update namapaket

Menghapus Paket yang terinstall

# yum remove namapaket

Melihat paket yang dapat di insatll pada sistem

# yum list all

Melihat paket yang terinstall pada sistem

# yum list installed

untuk mengganti repository pada yum, file nya terdapat pada direktori

/etc/yum.repos.d/

untuk mempermudah menggunakan manajemen paket ini, anda bisa menggunakan software bantu berbasis grafis seperti :

  • Pup

  • Pirut

  • Yumex

Cara Pengaturan Penjadwalan Komputer dalam Centos

Januari 21st, 2010 by ihsanbaihaqi

dalam sebuah komputer kita bisa mengatur sebuah pengaturan penjadwalan sesuai dengan yang kita inginkan. kali ini dalam melakukan penjadwalan saya menggunakan linux ( Centos ).

contoh kasus : kita ingin melakukan penjadwalan pada komputer kita agar  setiap hari sabtu jam 5 sore  di rektori /tmp dibuat menjadi tar dengan kompresi gz  (gzip).

langkah yang dilakukan pertama kali adalah mengerti dalam membaca kode” atau urutan bintang (*).

contoh urutan sebagai berikut :

menit            jam               tanggal            bulan                  hari

*                   *                        *                        *                          *

dan juga urutan dalam hitngan hari .

0 - 6

o = ahad                                      3 = rabu                       6 = sabtu

1 = senin                                     4 = kamis

2 = selasa                                    5 = jumat

nah setelah kita mengerti langkah selajutnya kita melakukan urutan” bintang (*) sesuai dengan keinginan kita,,,

seperti contoh kasus ingin melakukan penjadwalan pada komputer kita setiap hari sabtu jam 5 sore  di rektori /tmp dibuat menjadi tar dengan kompresi gz

maka —->  kita tentukan waktunya .

contoh dari kasus (  *   17   *   *   6  ).

setelah pengatauran waktu yang kita inginkan selesai..kita tinggal memasukkan task nya.

dari contoh kasus diatas kita di minta untuk mengarsip sekaligus mengompres /tmp jadi tmp.tar.gz, dan caranya bisa menggunakan perintah #tar

#tar -cvzf tmp.tar.gz /tmp

Catatan : Pada perintah #tar di atas disertakan pula option -c, -z, -f dan -v. Untuk option -c, -z, dan -f  harus di sertai karena -c itu digunakan untuk create atau membuat file hasil arsipan atau compresan, sedangakan -z  adalah opsi untuk melakukan kompresi dan -f  adalah opsi yang menunjukan file target yang pengen di rubah atau di ganti.

setelah waktu dan perintahnya sudah kita masukkan maka kita masuk ke dalam tabel cron , caranya dengan menekat tombol a dan enter. setelah itu kita melakukan pegeditan urutan

menit            jam               tanggal            bulan                  hari

*                   *                        *                        *                          *

sesuai yang kita inginkan,,,,dan dalam pemberian jarak kita bisa menggunakan tombol spasi atau bisa juga menggunaka tombol tab agar jaraknya bisa sama.

contoh pada kasus :

*       */17       *       *       */6       tar -czvf tmp.tar.gz /tmp

setelah selesai kita menulis langkah diatas lalu jika kita ingin file kongfigurasi penjadwalannya itu tersimpan maka yang kita lakukan adalah tekan tombol esc untuk keluar dari mode pengeditan dan ketikan “ : x ” (titik dua dan x tanpa spasi) ,,akan tetapi jika kita tidak menginginkan file kongfigurasi penjadwalannya tidak tersimpan maka kita bisa mengetikkan esc untuk keluar dari mode pengeditan dan ketikan : q !,,,,dan kita tekan tombol enter,

dan langkah terakhir Kemudian kita ketikkan  #service crond restart, gunanya untuk me refresh serta  komputer membaca ulang daftar penjadwalannya sehingga penjadwalan yang baru dibuat dapat segera dijalankan.

Jika kita ingin penjadwalannya tidak berjalan maka kita gunakan tanda #(pager) contoh kasus : #*       */17       *       *       */6       tar -czvf tmp.tar.gz /tmp

banyak hal lain yang bisa kita lakukan selain contoh kasus diatas , seperti merestart komputer pada waktu atau jam” tertentu dan kita bisa menggunakan

*           *          *        *         *        init 0 (nol).

atau menonaktif kan semua card jaringan dengan mengunakkan

*          *           *         *         *       service network stop

jika anda ingin mematikan satu card jaringan saja maka yang kita lakukan adalah  *          *           *         *         *      # if config eth 1 down

catatan : 1 itu bedasar kan dari no urut komp yg ada,,,di mulai dari 0 (nol).

mungkin ihanya ini saja yang saya dapat sampaikan,,,kurang lebihnya saya mohon maaf,,,maklum saya massih blajar,,  :)

Bikin User dan Group

Januari 20th, 2010 by ihsanbaihaqi

groupadd -g501 hrd

groupadd -g502 manager

groupadd -g503 rnd

cat /etc/group

useradd hrd-1 -ghrd -Gmanager

useradd rnd-1 -gmanager -Grnd

cat /etc/passwd

useradd hrd-2 -ghrd

useradd hrd-3 -ghrd

useradd manager -gmanager

useradd rnd-2 -grnd

useradd rnd-3 -grnd

cat /etc/passwd

Terminal komputer(Dumb Terminal)

Januari 5th, 2010 by ihsanbaihaqi

Terminal mod aksara ASCI televideo yang menggunakan mikropemproses, k.k. 1982.

DEFINISI  1   :

Dumb Terminal:
Merupakan suatu terminal atau alat komputer yang digunakan oleh manusia yang hanya terdiri dari monitor dan keyboard. Komputer yang hanya dapat menampilkan apa yang dapat diterima dan tidak dapat melakukan pemrosesan lain. Terminal ini sepenuhnya bergantung pada komputer utama untuk pemrosesannya. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut beberapa mainframe dan terminal minicomputer, karena sejumlah kemampuan built-in screen display yang dimilikinya.

Dumb Server:
Suatu server, dimana klien-klien yang dilayaninya, tidak mempunyai program aplikasi sendiri. Jadi seluruh program aplikasi yang dibutuhkan dan aktivitas-aktivitas klien dilakukan melalui server ini.

Dumb device:
Suatu perangkat yang pekerjaannya dikontrol oleh perangkat lain. Misalnya printer, sound card, dsb.

Definisi 2 :

Dumb Terminal

Terminal adalah piranti yang digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer. Berdasarkan kemampuan pemrosesannya, terminal dibagi menjadi 3 yaitu :
1. intelligent terminal : stand-alone piranti yang terdiri atas memori utama dan CPU
2. smart terminal : piranti yang kemampuan pemrosesannya lebih rendah dari intelligent terminal, tapi lebih baik dari dumb terminal. Misalkan memiliki fitur “bold and blinking characters”.
3. dumb terminal : piranti yang digunakan untuk memasukkan, mentransmisikan data ke, dan menampilkan data dari komputer. Kemampuan pemrosesan piranti ini sepenuhnya tergantung pada komputer yang terhubung dengannya. Piranti ini seperti keyboard, mouse, dan monitor.

intinya, dumb terminal adalah output device yang digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer dengan mengandalkan kemampuan pemrosesan dari komputer terkoneksi secara sepenuhnya.

“Masalah” yang ingin dibahas adalah, bagaimana caranya menghubungkan beberapa output device (monitor, keyboard, mouse) ke satu PC? dan bagaimana caranya agar satu PC dapat diakses secara simultan oleh beberapa device yang terpisah?

dari referensi yang dikasih dimilis, http://www.khairilthegreat.web.id/2007/09/satu-cpu-multiple-monitor-multiple-user.html,
disitu disebutkan masalah tersebut bisa saja dilakukan. yakni dengan melakukan sedikit konfigurasi dengan bantuan software Thinsoft Betwin.
Di blog tersebut disebutkan bahwa kita tidak hanya dapat menghubungkan beberapa device ke satu komputer, bahkan kita juga bisa membuatnya menjadi PC dengan multiple OS sekaligus yakni dengan menggunakan VMWare (kalo ini sudah pernah denger, yaitu semacam bikin virtual OS) gitu…

Referensi :
1. http://www.webopedia.com/TERM/D/dumb_ter…
2. http://www.thedumbterminal.co.uk/service…
3. http://www.beritanet.com/search.php?text…
4. 

Cara memounting dan umount file iso.

Desember 5th, 2009 by ihsanbaihaqi

Cara memounting file iso
1. masuk ke Terminal
2. mount -o loop /direktory yg akan di mount /mnt/direktori tujuan
3. contoh:
# mount -o loop /home/rizky/file.iso /mnt/tes

Cara umount file iso
1. sama dengan langkah 1 diatas
2. umount /mnt/direktori yang akan umount
3. contoh:
# umount /mnt/tes

Cara meng-copy file iso ke dalam harddisk
1. Masukkan cd yang akan di simpan di hd
2. Setelah masuk ke dalam cd-drive, lakukan umount pada cd-drive tersebut:
# umount /dev/cdrom

3. Setelah di umount. Copy ke dalam hd dengan cara:
$ dd if=/dev/cdrom of=file.iso bs=1024 –> file ini akan terbentuk didirectory yang anda lakukan

4. Nama file.iso dapat diganti sesuai kemauan kamu.
5. Nah.. jadi deh file iso-nya.

Membuat File iso dari direktori
1. mkisofs -r -o file.iso /lokasi folder yang akan di buat iso
2. contoh:
$ sudo mkisofs -r -o test.iso /home/rizky/Test

Selanjutnya seringkali kita menemukan kode aneh yang disebut MD5. Bagaimana membuatnya?
1. md5sum file.iso >
2. contoh:
$ md5 test.iso

3. Selanjutnya akan keluar angka-angka aneh di terminal kamu.
output: 76de73edc27e50bc5bef5835b2d520df test.iso

****Kalo butuh tool GUI utk buat file .iso coba pake ISO Master  http://littlesvr.ca/isomaster).

Kesalahan umum yang sering terjadi:
1. Perhatikan kapan sebagai user biasa “$”, kapan sebagai root “#”.
2. Jika sewaktu di umount /dev/cdrom terjadi pesan kesalahan:
umount: /dev/cdrom: not mounted -> Berarti cd-drive tidak mendeteksi adanya cd-rom didalamnya.
umount: /dev/cdrom0: not found -> Cek kembali di sistem, apakah cd-drive kamu dikenal sebagai /dev/cdrom ?
3. Jika sewaktu meng-copy file .iso dari cd ke harddisk keluar tampilan berikut:
dd: reading `/dev/cdrom’: Input/output error
0+0 records in
0+0 records out
0 bytes (0 B) copied, 0.271179 seconds, 0.0 kB/s -> File tidak dapat di copy karena /dev/cdrom belum di umount atau cd-rom di dalam drive tidak dapat di baca oleh cd-drive.

Sumber : http://rizupz.wordpress.com/2007/09/10/m…

Spesifikasi Perakitan Komputer

Desember 4th, 2009 by ihsanbaihaqi

Motherboard

Asus P5QPL- AM (Intel G 41,VGA DDR2,PCI Exp 16,FSB 1333,Celeron Core 2 extreme) Harga Rp.680.000,00

Procesor

Core2 ext 3.0 Ghz(FSB 1333 Mhz) QX6850 Chache 8 Mb. Harga 10.070.000,00

Harddisk

Harddisk 160 GB Seagate SATA.  Harga 465.000

Memory

DDR2 TWIN2X40 Corsair Twin2X Series DDR2 96-6400C4DHX

Harga 1.228.800,00

VGA

Asus Geforge 9500 GT 1GB 128 DDR2. Harga Rp 703.000,00

Optical Drive

DVD Writer ASUS 20X SATA. Harga 307.200,00

Casing Box

Power Logicx casing server ultima Thunder. Harga Rp.720.000,00

Mouse & Keyboard

Logitech Keyboard+Mouse Wireless EX90. Harga Rp.286.800,00

MONITOR

LCD LG 22″ W2252TE. Harga Rp.2.448.000,00

UPS

APC BR11,00 CI-AS. Harga Rp.1.910.400,00

POWER SUPPLY

Antec 450 W Smart Power. Harga Rp.590.000,00

SPEAKER

ALTECH LANSING VS-3251. Harga Rp.1.228.500,00

Jumlah Total Harga : 19.632.500,00

Redundant Array of Independent Disks

Nopember 17th, 2009 by ihsanbaihaqi

RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata “RAID” juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.

Sejak pertama kali diperkenalkan, RAID dibagi ke dalam beberapa skema, yang disebut dengan “RAID Level“. Pada awalnya, ada lima buah RAID level yang pertama kali dikonsepkan, tetapi seiring dengan waktu, level-level tersebut berevolusi, yakni dengan menggabungkan beberapa level yang berbeda dan juga mengimplementasikan beberapa level proprietary yang tidak menjadi standar RAID.

RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan.

Konsep

Ada beberapa konsep kunci di dalam RAID: mirroring (penyalinan data ke lebih dari satu buah hard disk), striping (pemecahan data ke beberapa hard disk) dan juga koreksi kesalahan, di mana redundansi data disimpan untuk mengizinkan kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan mungkin dikoreksi (lebih umum disebut sebagai teknik fault tolerance/toleransi kesalahan).

Level-level RAID yang berbeda tersebut menggunakan salah satu atau beberapa teknik yang disebutkan di atas, tergantung dari kebutuhan sistem. Tujuan utama penggunaan RAID adalah untuk meningkatkan keandalan/reliabilitas yang sangat penting untuk melindungi informasi yang sangat kritis untuk beberapa lahan bisnis, seperti halnya basis data, atau bahkan meningkatkan kinerja, yang sangat penting untuk beberapa pekerjaan, seperti halnya untuk menyajikan video on demand ke banyak penonton secara sekaligus.

Konfigurasi RAID yang berbeda-beda akan memiliki pengaruh yang berbeda pula pada keandalan dan juga kinerja. Masalah yang mungkin terjadi saat menggunakan banyak disk adalah salah satunya akan mengalami kesalahan, tapi dengan menggunakan teknik pengecekan kesalahan, sistem komputer secara keseluruhan dibuat lebih andal dengan melakukan reparasi terhadap kesalahan tersebut dan akhirnya “selamat” dari kerusakan yang fatal.

Teknik mirroring dapat meningkatkan proses pembacaan data mengingat sebuah sistem yang menggunakannya mampu membaca data dari dua disk atau lebih, tapi saat untuk menulis kinerjanya akan lebih buruk, karena memang data yang sama akan dituliskan pada beberapa hard disk yang tergabung ke dalam larik tersebut. Teknik striping, bisa meningkatkan performa, yang mengizinkan sekumpulan data dibaca dari beberapa hard disk secara sekaligus pada satu waktu, akan tetapi bila satu hard disk mengalami kegagalan, maka keseluruhan hard disk akan mengalami inkonsistensi. Teknik pengecekan kesalahan juga pada umumnya akan menurunkan kinerja sistem, karena data harus dibaca dari beberapa tempat dan juga harus dibandingkan dengan checksum yang ada. Maka, desain sistem RAID harus mempertimbangkan kebutuhan sistem secara keseluruhan, sehingga perencanaan dan pengetahuan yang baik dari seorang administrator jaringan sangatlah dibutuhkan. Larik-larik RAID modern umumnya menyediakan fasilitas bagi para penggunanya untuk memilih konfigurasi yang diinginkan dan tentunya sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa sistem RAID dapat didesain untuk terus berjalan, meskipun terjadi kegagalan. Beberapa hard disk yang mengalami kegagalan tersebut dapat diganti saat sistem menyala (hot-swap) dan data dapat diperbaiki secara otomatis. Sistem lainnya mungkin mengharuskan shutdown ketika data sedang diperbaiki. Karenanya, RAID sering digunakan dalam sistem-sistem yang harus selalu on-line, yang selalu tersedia (highly available), dengan waktu down-time yang, sebisa mungkin, hanya beberapa saat saja.

Pada umumnya, RAID diimplementasikan di dalam komputer server, tapi bisa juga digunakan di dalam workstation. Penggunaan di dalam workstation umumnya digunakan dalam komputer yang digunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan seperti melakukan penyuntingan video/audio.

Sejarah

Pada tahun 1978, Norman Ken Ouchi dari International Business Machines (IBM) dianugerahi paten Amerika Serikat, dengan nomor 4092732 dengan judul “System for recovering data stored in failed memory unit.” Klaim untuk paten ini menjelaskan mengenai apa yang kemudian dikenal sebagai RAID 5 dengan penulisan stripe secara penuh. Patennya pada tahun 1978 tersebut juga menyebutkan bahwa disk mirroring atau duplexing (yang kini dikenal sebagai RAID 1) dan juga perlindungan dengan paritas khusus yang didedikasikan (yang kini dikenal dengan RAID 4) bisa digunakan, meskipun saat itu belum ada implementasinya.

Istilah “RAID” pertama kali didefinisikan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1987, 9 tahun berselang setelah paten yang dimiliki oleh Norman Ken Ouchi. Mereka bertiga mempelajari tentang kemungkinan penggunaan dua hard disk atau lebih agar terlihat sebagai sebuah perangat tunggal oleh sistem yang menggunakannya, dan kemudian mereka mempublikasikannya ke dalam bentuk sebuah paper berjudul “A Case for Redundant Arrays of Inexpensive Disks (RAID)” pada bulan Juni 1988 pada saat konferensi SIGMOD. Spesifikasi tersebut menyodorkan beberapa purwarupa RAID level, atau kombinasi dari drive-drive tersebut. Setiap RAID level tersebut secara teoritis memiliki kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing. Satu tahun berselang, implementasi RAID pun mulai banyak muncul ke permukaan. Sebagian besar implementasi tersebut memang secara substansial berbeda dengan RAID level yang asli yang dibuat oleh Patterson dan kawan-kawan, tapi implementasi tersebut menggunakan nomor yang sama dengan apa yang ditulis oleh Patterson. Hal ini bisa jadi membingungkan, sebagai contoh salah satu implementasi RAID 5 dapat berbeda dari implementasi RAID 5 yang lainnya. RAID 3 dan RAID 4 juga bisa membingungkan dan sering dipertukarkan, meski pada dasarnya kedua jenis RAID tersebut berbeda.

Patterson menulis lima buah RAID level di dalam papernya, pada bagian 7 hingga 11, dengan membagi ke dalam beberapa level, sebagai berikut:

  • RAID level pertama: mirroring
  • RAID level kedua  : Koreksi kesalahan dengan menggunakan kode Humming
  • RAID level ketiga : Pengecekan terhadap disk tunggal di dalam sebuah kelompok disk.
  • RAID level keempat: Pembacaan dan penulisan secara independen
  • RAID level kelima : Menyebarkan data dan paritas ke semua drive (tidak ada pengecekan terhadap disk tunggal)

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/RAID

Setting software RAID di CentOS

Nopember 17th, 2009 by ihsanbaihaqi

Dear all,
Tahu fasilitas RAID (Redundant Array Inexpensive Disk) di linux, sudah lama ada fasilitas itu, ada dua jenis RAID, yaitu RAID hardware yang harus di setup di lewat BIOS atau di RAID controller, dan RAID software yang tinggal setup di linux nya. RAID juga ada level nya dari level 0, s/d 6 sory aku gak apal konfigurasi level nya.

Nah sekarang aku mau buat server yang fault tolerant minimal di hardisk nya, seperti diketahui komponen komputer yang paling gampang rusak itu hardisk. Aku mau buat server yang hardisk nya redundant, jadi aku milih RAID level 1 (mirroring).

Operating system saya memilih CentOS, OS ini merupakan recompile dari RHAS & RHEL, jadi bisa diharapkan skalabilitas nya menyamai RHAS. Mungkin rekan rekan bertanya Kenapa enggak Fedora saja, toh isi nya sama saja…? yang jadi rahasia RedHat adalah cara optimasi compile nya sehingga program yang sama mempunyai performance yang berbeda. Pada Fedora jangan diharapkan performance yang canggih, dengan load tinggi. Saya bicara enterprise server, misalkan sebuah web server harus melayani jutaan hit per hari, mail server yang melayani jutaan mail per hari, atau proxy server yang melayani bandwidth yang sangat tinggi, database dengan gudang data gigaan byte. Linux untuk desktop seperti mandriva, fedora, suse, knoppix tidak akan mampu melayani nya.

Ok, sekarang kita ngoprek…
Install CentOS…mirip dengan install fedora lah…gak perlu di jelasin detil. Saya langsung aja ke bagian partisi, disini pilih custom partition, akan terlihat dua hardisk kosong, pilih partisi software RAID pada hardisk pertama, buat beberapa partisi, setelah selesai buat hardisk kedua sama dengan dengan hardisk pertama atau buat saya copy hda to hdb. Oh ya aku pake hd SCSI jadi terlihat sbg sda, sdb, setelah itu buat partisi di atas software RAID tadi misal nya /dev/md0 dengan member /dev/sda1 & dev/sdb1, yang di mount ke /, lanjutkan dengan partisi berikut nya. setelah selesai lanjutkan dengan intalasi paket, password, bootloader…selesai dah…

Selesai ??? belum, coba boot pasti pc hang dengan keluar - berkedip kedip genit, atau cuma keluar tulisan grub. Jadi gimana ada yang salah ???, ya aku enggak tau seperti nya ini masih menjadi PeEr dari redhat, fedora, CentOS. Konfigurasi grub nya masih salah kalau kita setup software RAID, lain hal nya dengan hardware RAID pasti software gak ada masalah.

Sekarang boot lagi pakai disk pertama, waktu di lilo pilih tulis “linux rescue” dan keluar bla-bla-bla sampai terakhir keluar konsol.
sekarang kita bisa perbaiki konfigurasi bootloader nya.

chroot ke system
#chroot /mnt/sysimage

edit file /boot/grub/grub.conf aku suka pake mc, silahkan pake yang editor yang lain

#mc -e /boot/grub/grub.conf

tambahkan (hd0,0) di baris artinya ini adalah hardisk pertama dari raid member
kernel /boot/vmlinuz-2.6.9-34.ELsmp ro root=/dev/md0
initrd /boot/initrd-2.6.9-34.ELsmp.img

menjadi

root (hd0,0)
kernel (hd0,0)/boot/vmlinuz-2.6.9-34.ELsmp ro root=/dev/md0
initrd (hd0,0)/boot/initrd-2.6.9-34.ELsmp.img

juga tambahkan (hd1,0) pada pilihan boot ke tiga dan ke empat…

oh ya berikut ini contoh file grub.conf

# grub.conf generated by anaconda
#
# Note that you do not have to rerun grub after making changes to this file
# NOTICE: You do not have a /boot partition. This means that
# all kernel and initrd paths are relative to /, eg.
# root (hd0,0)
# kernel /boot/vmlinuz-version ro root=/dev/md0
# initrd /boot/initrd-version.img
#boot=/dev/sda1
default=0
timeout=5
splashimage=(hd0,0)/boot/grub/splash.xpm.gz
hiddenmenu
title CentOS-4 i386 (2.6.9-34.ELsmp) (/dev/sda1)
root (hd0,0)
kernel (hd0,0)/boot/vmlinuz-2.6.9-34.ELsmp ro root=/dev/md0
initrd (hd0,0)/boot/initrd-2.6.9-34.ELsmp.img
title CentOS-4 i386-up (2.6.9-34.EL)(hd0,0)
root (hd0,0)
kernel (hd0,0)/boot/vmlinuz-2.6.9-34.EL ro root=/dev/md0
initrd (hd0,0)/boot/initrd-2.6.9-34.EL.img
#boot=/dev/sdb1
default=0
timeout=5
splashimage=(hd1,0)/boot/grub/splash.xpm.gz
hiddenmenu
title CentOS-4 i386 (2.6.9-34.ELsmp)(/dev/sdb1)
root (hd1,0)
kernel (hd1,0)/boot/vmlinuz-2.6.9-34.ELsmp ro root=/dev/md0
initrd (hd1,0)/boot/initrd-2.6.9-34.ELsmp.img
title CentOS-4 i386-up (2.6.9-34.EL)(hd1,0)
root (hd1,0)
kernel (hd1,0)/boot/vmlinuz-2.6.9-34.EL ro root=/dev/md0
initrd (hd1,0)/boot/initrd-2.6.9-34.EL.img

sumber : http://linux.or.id/node/964